Sabtu, 25 Februari 2012
SEJARAH DINAMAKANNYA DESA POHJEJER
Sebelum awal terjadinya desa Pohjejer ada seorang sosok wanita setengah baya, cantik, rambut kekuningan, orang-orang menyebutnya Mbok Rondho Kuning. Dia sedang mencari suaminya yang tidak pernah diketahui keberadaannya, tiap hari dia berjalan dan singgah di sebuah tempat dimana tempat tersebut adalah dibawah pohon mangga dan hanya ada satu batu dibawah pohon mangga tersebut. Wanita setengah baya itu tidak pernah meninggalkan tempat yang tiap harinya dibuat berteduh untuk menghilangkan lapar dan dahaganya. Sesekali wanita setengah baya ini berjalan mencari dimana dan kemana Sang suaminya meninggalkan dia tanpa kabar. Tapi anehnya setiap dia berjalan dia menjumpai pohon-pohon yang dipenuhi dengan buah mangga. Dia pun mengikuti dimana arah pohon itu tumbuh dan dia merasa bahwa buah mangga yang ada di pohon itu mampu untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaganya yang ia rasakan selama perjalanan untuk mencari sang suaminya dan anehnya lagi wanita setengah baya ini tidak mau berhenti kalau tidak di tempat persinggahannya yang pertama kali ia singgahi yakni dibawah pohon mangga dan hanya ada satu batu dibawah pohon tersebut. Para penduduk di sekitar situ, merasa iba dengan Mbok Rondho Kuning atas kesetiaan dan perjuangannya untuk mencari sang suami, sehingga para penduduk sering memberikannya makan dan minum kepada Mbok Rondho Kuning. Namun hingga akhir hayatnya ia tidak bisa bertemu dengan sang suami, dan akhirnya pada saat Mbok Rondho Kuning tiada para penduduk menguburnya di bawah pohon mangga besar yang ada batu besarnya itu yang setiap hari dibuatnya untuk berteduh.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar